Di dalam pertemuan Trump yang penuh keluhan dengan Partai Republik

Di dalam pertemuan Trump yang penuh keluhan dengan Partai Republik

Di dalam pertemuan Trump yang penuh keluhan dengan Partai Republik. Di diskusi Trump yang penuh keluh-kesah dengan Partai Republik serta reuninya dengan McConnell

Eks Presiden Donald Trump pimpin Partai Republik lewat diskusi tertutup yang penuh keluh-kesah di Capitol Hill dalam hari Kamis. Memberikan keluh-kesah tentang kendala hukum serta pemilu, menyerbu banyak pengkritiknya di ruang itu, serta cuman secara ringkas membicarakan persoalan kebijaksanaan seperti aborsi serta pajak, menurut pada sejumlah anggota parlemen Partai Republik di ruang tersebut.

Buat kali pertamanya kembali pada lokasi universitas Capitol sejak mulai tinggalkan posisinya masa keonaran 6 Januari 2021. Eks presiden itu bersua dengan anggota parlemen lebih dari selama satu jam.

Di celah beberapa kata kasar terkait Taylor Swift serta eks Ketua DPR Nancy Pelosi. Trump menyerbu banyak pengkritiknya – mereka yang udah kehilangan bangku mereka serta sejumlah yang ada – sewaktu dia mengingatkan Partai Republik tidak untuk takut dengan gosip hangat aborsi.

Selaku tandanya kalau eks presiden itu nikmati begitu partainya searah dengan bantuannya. Trump membual kalau mayoritas dari 10 anggota DPR dari Partai Republik yang pilih untuk memakzulkannya tidak akan memegang serta memutuskan satu diantara dari 2 anggota parlemen Partai Republik yang ada. :

“Saya takĀ pernah menyenanginya,” kata Trump terkait Valadao, menurut seseorang anggota Partai Republik.

Di dalam pertemuan Trump yang penuh keluhan dengan Partai Republik

Di dalam pertemuan Trump yang penuh keluhan dengan Partai Republik

Sewaktu beberapa anggota DPR dari Partai Republik beradu dalam penentuan pendahuluan yang bersaing. eks presiden itu mengucapkan kalau ia pengin melaksanakan tele-town hall, akan tetapi mengaku kalau kontribusinya akan tidak diterima oleh beberapa orang, ingat ia udah memberi dukungan musuh inti mereka.

Trump tak malas-segan mengaku kericuhan di antara. Ketua DPR Mike Johnson serta anggota Partai Republik Marjorie Taylor Greene, yang tidak sukses menggulirkan Johnson di luar impian Trump. Eks presiden itu secara berkelakar memohon Greene, sekutu setianya yang paling ia suport, buat punya sikap baik pada pembicara.

“Ia terus manis, mengetahui saya, serta ia berucap ‘apakah Anda punya sikap baik pada. Pembicara Johnson?’ Serta saya berucap ‘eh,'” sembari berikan kode dengan tangannya. “Ia berucap ‘Baiklah, punya sikap oke kepadanya’ serta saya mengusikkkan kepala,” sambungnya.

Johnson, seusai diskusi itu, mengucapkan kalau eks presiden itu mengucapkan padanya kalau ia melaksanakan “tugas yang baik sekali” serta kalau ia rencana buat “seluruhnya siap” buat mengerjakan ide. Trump apabila ia menang saat bulan November.

Kepercayaan eks presiden itu sangat memilikiĀ pengaruh di diskusi hari Kamis itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *